Tentang mencintai diri saya sendiri

You alone are enough. You have nothing to prove to anyone Maya Angelou

Kita sering kali mendengar ungkapan tentang mencintai diri sendiri. Bahkan ada banyak sekali quotes bertemakan selflove  yang sering kita kutip untuk jadi IG stories atau status media sosial. Sebuah konsep yang terlihat begitu indah dan ideal bukan?

Tapi seberapa besar sih sebenarnya kita paham tentang  mencintai diri sendiri? Apa yang sudah kita lakukan untuk mencintai  diri sendiri?

Perkara mencintai diri sendiri buat saya bukan perkara main-main. Ini sama seriusnya dengan hubungan percintaan dua negara yang sedang saya jalani. Sama-sama butuh proses dan komitmen.

I DO LOVE MY SELF

Kalau ada yang berpikiran bahwa mencintai diri sendiri selalu terkait dengan fisik, ah anda tidak sendiri. Saya pun awalnya menganggap bahwa mencintai diri sendiri adalah menerima kondisi fisik yang pas-pasan ini. Namun setelah sekian lama akhirnya saya tahu bahwa, fisik adalah bagian kecil dari mencintai diri sendiri seutuhnya.

Lahir dan tumbuh sebagai anak perempuan kedua yang memiliki seorang kakak perempuan, yang memiliki kecantikan paripurna, body yang ideal, dan super smart membuat saya berada dalam kondisi minder dalam kurun waktu yang lama. Belum lagi ditambah dengan omongan orang yang kerap kali membandingkan kami berdua.

‘Wah kakaknya ya? Kok beda banget?’, ‘Cantikan kakaknya’, ‘Mbok kamu itu kayak kakak mu, cantik, kalem, dan pintar’, adalah tiga dari sekian banyaknya kalimat yang selalu saya dengar setiap hari sepanjang usia. Tanpa sadar kalimat – kalimat tersebut membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang sinis dan pelan-pelan membenci diri sendiri.

Continue reading “Tentang mencintai diri saya sendiri”
Advertisements

Menginap di Yabbiekayu

Ada banyak pertimbangan dalam memilih penginapan ketika berlibur. Salah satunya adalah review dari para pengguna sebelumnya. Saya kerapkali membaca dengan cermat tiap review yang dituliskan untuk menguatkan pilihan saya terhadap satu tempat. Pengalaman-pengalaman sebelumnya yang hanya mengandalkan lokasi, foto, dan harga ternyata cukup mengecewakan.

Beberapa kali, ketika liburan saya mendapatkan tempat menginap yang tidak sesuai dengan harapan, salah satunya adalah ketika tahun lalu saya pergi ke Bangkok. Saya mengabaikan review yang menuliskan tentang tidak berfungsinya lift hotel di malam hari dari seorang konsumen. Dan ternyata, di kemudian hari justru menyusahkan saya.

Belajar dari kesalahan tersebut, akhirnya setiap kali berpergian dan memilih hotel, review pengguna menjadi salah satu pertimbangan utama. Nah, akhir bulan lalu ada kesempatan buat trip 1 hari ke Yogyakarta. Kali ini karena tujuan tripnya untuk beristirahat, saya memilih untuk menginap jauh dari pusat kota, maka dipilihlah Yabbiekayu Eco-Homestay. Kenapa Yabbiekayu? Karena 94% reviewer memberikan nilai excellent untuk Yabbiekayu. Lebih lengkapnya bisa dilihat di sini

Continue reading “Menginap di Yabbiekayu”