Hello (Again) Jakarta

Sudah 1 bulan ini saya menetap di Jakarta (lagi) untuk sementara waktu. Alasan yang sama dengan 6 tahun lalu, yaitu sekolah. Iya, saya sedang menempuh pendidikan doktoral saya di Universitas Indonesia. Saya beruntung bisa melanjutkan sekolah dengan beasiswa dari negara. Sehingga mau tidak mau untuk kurun waktu 3-4 tahun, saya harus mengakrabi kembali jalanan dan kehidupan di ibukota. Hal inilah yang membuat saya sedikit menghela nafas (cukup berat).

Jakarta sudah banyak berubah dari terakhir saya tinggalkan di tahun 2011 silam. Tetapi saya juga berubah. Menyesuaikan diri kembali bukanlah perkara gampang. Selama kurang lebih 6 tahun terakhir ini, saya mempunyai kehidupan yang cukup tertata di Semarang. Pekerjaan, keluarga, sahabat, teman, intinya seluruh hidup yang saya bangun terpaksa harus ditinggalkan dan memulai hidup yang baru lagi di Jakarta. Saya masih sering merasa ‘homesick’ dengan kehidupan saya yang lama. Dan biasanya kalau kangennya sudah sampe ubun-ubun, rasanya nyesek banget. Cengeng ga sih?

However, dengan segala kesulitan adaptasi yang saya alami, seneng bisa kembali lagi ke Jakarta. Mungkin satu semester ini akan sedikit terseok-seok menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswi (lagi) dan mengatur ritme. But, I think I’m gonna be okay. Kalaupun masih merasa tidak nyaman, setidaknya ketidaknyaman itu bisa menjadi cambukan bagi saya untuk segera menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Semarang.

So, Jakarta, let’s be friend?

 

 

Advertisements