Jalan Jalan Melaka: Kado Ultah Buat Mama

Ada dua tempat yang paling diinginkan untuk dikunjungi oleh ibu saya, yaitu Gereja Merah di Melaka dan Yerusalem.

Kebetulan tanggal 22 Januari adalah ulang tahun beliau, saya dan kakak saya berpikir untuk memberikan kado jalan-jalan ke Melaka. Lagipula sudah lama juga kami tidak berpergian ke luar negeri bersama, terakhir sekitar dua tahun lalu. Karena kesibukannya, kakak saya tidak bisa ikut, jadilah saya berdua mama akan plesiran selama kurang lebih 4 hari.

Melaka, The World Heritage City

Biasanya kalau plesiran, saya selalu berdua kakak atau berempat bersama geng hore. Jadi bole dibilang agak sedikit insecure jalan-jalan cuma berdua dengan mama. Itu berarti saya harus menjadi tour leader, penentu itinerary, pembaca peta dan pengambil keputusan. Hal-hal yang biasanya tidak pernah saya lakukan ketika plesiran bareng geng hore.

Oiya, perjalanan kemarin tanpa menggunakan jasa biro perjalanan, artinya saya harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Maklum saya ga suka jalan-jalan yang waktunya dibatasi untuk ngapain aja. Hehehe.

Setelah membaca beberapa referensi dan bertanya pada geng hore, saya pun mantap untuk mengantar mama memenuhi keinginannya.

Dan ternyata ke Melaka itu tidak sesusah yang saya bayangkan sodara-sodara.

How to Get There?

Continue reading “Jalan Jalan Melaka: Kado Ultah Buat Mama”

Advertisements

Secangkir Kopi dari Dakken

Dakken Dari Luar

Kedai kopi dan pecinan adalah dua tempat wajib kunjung ketika sedang singgah di sebuah kota. Bagi saya, dua tempat tersebut merepresentasikan dua budaya yang berbeda pula.

Ngopi di Dakken

Kopi sepertinya telah menjadi budaya baru bagi kehidupan sebagian orang di Indonesia. Tiap bulan selalu ada kedai kopi baru bermunculan dengan konsep yang makin beragam. Tidak sedikit yang menjadikan kedai kopi sebagai tujuan wisata karena konsep atau karena rasa kopi itu sendiri.

Continue reading “Secangkir Kopi dari Dakken”