Arem-Arem, bukan Lontong!

Pada suatu hari ketika saya hendak ke kantin, seorang teman nitip ‘tolong beliin lontong ya’ katanya. Saya mengiyakan. Sampai di kantin, saya clingak-clinguk karena tidak mendapatkan penampakan lontong yang dimaksud. lalu saya bertanya kepada ibu penjaga kantin, ‘ada lontong bu?’ Si ibu lantas menunjuk bungkusan daun mirip arem-arem.  Saya mengernyitkan kepala melihat ukuran lontong, pikir saya ‘ya udahlah mungkin lontong di Jakarta emang menciut ukurannya, jadi bentek bentek gitu’ lalu saya pun kembali ke kelas, mentransferkan lontong yang dimaksud kepada sang penitip, sambil diam diam saya amati. Nah ketika dia menggigit lontong, saya melihat penampakan sambel goreng disela-sela isian lontong.  Dih, ini sik arem-arem, terus saya jadi ga terima gitu.

Ini Arem-Arem gambar diambil dari sini

Lontong dan arem-arem adalah dua hal yang berbeda, menurut pandangan saya dan pandangan orang jawa pada umumnya. Meski sama -sama terbuat dari beras dan dibungkus daun pisang, tetapi sejatinya lontong dan arem-arem itu memiliki perbedaan yang signifikan. Satu, lontong itu ukurannya lebih panjang dan bentuknya lebih langsing dibanding arem-arem. Dua yang paling esensial menurut saya, lontong itu ga ada isinya, karena biasana lontong dimakan berbarengan dengan opor atau pecel, sebagai ganti nasi. sementara arem-arem, selain dia lebih pendek dan gemuk dari ukurannya, arem-arem itu harus berisi sambel goreng, mau dia sambel goreng kentang, tahu, udang, atau ati. isianya harus berupa sambel goreng. namun bagi penggemar arem-arem garis keras seperti saya, isian arem-arem itu harus berisi sambel goreng ati. dan perlu saya tekankan di sini bahwa, arem-arem tidak terbuat dari mie, meskipun sekarang muncul varian baru yaitu arem-arem mie

Kenapa ini menganggu saya? Lho jelas, penamaan atau penggunaan kata yang tidak tepat itu terkadang menyesatkan. Misalnya nih, suatu pagi disaat saya belum sarapan, saya ditawarin sama temen ‘kamu mau lontong ngga?’ jelas saja tawaran ini saya tolak, karena saya membayangkan lontong opor atau lontong pecel, dimana  2 kategori makanan tersebut termasuk makanan berat untuk sarapan dan saya ga bisa sarapan dengan kategori makanan berat. Lha tapi ternyata kemudian yang dimaksud lontong oleh teman saya itu ternyata arem-arem. Ini jelas menyesatkan! karena saya keburu menolak, padahal saya lapar.

Ini baru Lontong bukan Arem-Arem! Gambar dari sini

Sama kayak seringnya orang pakai istilah komunikasi, sampai pada akhirnya definisi komunikasi sering kali dianggap cuma percakapan, cara kita bicara, dll, padahal definisi sebenarnya dari komunikasi itu melibatkan komunikan, saluran, informasi, tujuan, dan komunikator.

Jika dirunut dari definisi, wikipedia menyebut definisi kalau lontong itu lebih mirip ketupat, bukan arem-arem. Meskipun yang disebut wikipedia tentang definisi arem-arem itu masih belum tepat, karena ya itu tadi, arem-arem isinya haruslah sambel goreng.

Tahu sik, kalau penamaan penganan masing-masing daerah ga sama , tapi dalam kasus lontong dan arem-arem ini berbeda dari sebutan bakwan sayur di berbagai daerah, mulai dari ote-ote, bakwan, bala-bala, badak. Meskipun berbeda nama tapi bentuknya tetep bakwan sayur. Jadi arem-arem itu tetap ga bisa disebut lontong, begitu juga sebaliknya.

Ya udahlah gitu aja, ini tulisan iseng yang dibuat di stasiun sudirman karena saya terjebak hujan. dan ga ada yang jual arem-arem di sini.

Advertisements

9 thoughts on “Arem-Arem, bukan Lontong!

  1. Tulisan ini sangat penting untuk disimak, karena membantu memberikan pencerahan perbedaan lontong dan arem2 khususnya bg rekan2 dari jawa tengah yg merantau di ibu kota agar tdk salah duga…

    Like

  2. Googling tentang lontong dan arem-arem akhirnya mendarat di sini. Yes. Saya setuju. Bedaaa banget antara lontong dan arem-arem. Barusan saya beli arem-arem..dan ada juga yang beli dengan bilang “Bu, lontongnya berapa?” Dan yang dia ambil arem-arem.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s