Penang (2), Bis Gratis dan Jalan Kaki 20KM

Masih di hari pertama. Setelah mengunjungi Bukit Bendera dan Kek Lok Si Temple, kami memutuskan kembali ke Komtar. Dari Komtar nanti sajalah dipikirkan rute selanjutnya. Menaiki rapid bus 204 yang sama seperti berangkat, kami tiba di Komtar sekitar pukul 12.30. Sembari duduk di halte mengamati line bus, lalu ternampaklah satu line bus dengan tulisan “CAT Free Shuttle Bus” dengan sekali kontak mata, saya dan teman bergegas naik ke bus gratis tersebut.

Naik Bis Gratis

Naik Bis Gratis

Free Bus memang disediakan oleh pemerintah kota Penang sama seperti di Kuala Lumpur dengan rute-rute tertentu, yang rata-rata adalah obyek wisata. Karena ini merupakan perjalanan tanpa intinerary maka kami hanya ingin berkeliling kemana bus tersebut membawa kami. Tetapi rencana tinggalah rencana, di tengah jalan, bus tersebut melewati sebuah gereja yang apik, dan sontak kami pun meminta untuk berhenti di halte terdekat.

Gereja St George

Gereja St George namanya. Gereja yang terletak di Lebuh Farquhah, Geroge Town, Penang merupakan sebuah gereja Anglican yang didirikan pada abad 19 atau pada tahun 1818. Gereja ini memliki bangunan yang cukup apik dengan halaman rumput yang cukup luas. Ketika kami tiba di sana, sayang sekali gereja sedang tutup, sehingga tidak bisa melongok ke dalam.

Gereja St George

Gereja St George

Namun demikian penjaga gereja mengijinkan kami untuk bermain dan leyeh-leyeh sebentar di halaman gereja yang memiliki rumput hijau dan rindang. Rasanya pengen gegoleran ala drama korea. Cukup lama kami berada di (halaman) gereja tersebut, sambil menunggu matahari. Persis di seberang gereja St George, adalah George Town City Hall.

City Hall From St George

City Hall From St George

Menurut beberapa rumor, gereja St George menyimpan misteri tersendiri, tapi alih-alih memuaskan rasa penasaran, kami berniat untuk tidak mencari tahu. Maklum tak ada satupun dari kami yang menyukai cerita misteri. Setelah yakin matahari tidak lagi terik, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Lompat Hore

Lompat Hore

Nah disinilah cerita 20KM jalan kaki di mulai. Dengan alasan ingin menikmati George Town secara maksimal, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke tujuan berikutnya yaitu Fort Cornwallis.  Dengan berbekal peta, kami mencoba mengira-ngira jarak perjalanan yang akan ditempuh, lupa bahwa kami bertiga tak ada satupun yang bisa membaca peta dengan akurat. Maka petualangan pun dimulai.

20 KM Jalan Kaki

Awalnya kami semangat, jalan kaki dari St George Church ke Fort Cornwallis sambil melihat lihat isi kota. Tapi apa daya, terik matahari membuat jarak yang cukup dekat menjadi terlihat sangat jauh. Sesampainya di taman dekat Fort Cornwallis kami memutuskan berhenti dan berisitirahat. Sesuatu yang akhirnya kami sesekali karena kami terlalu menikmati waktu dan melupakan Fort Cornwallis.

Menjelang sore kami beranjak, berniat kembali ke pusat kota George Town, sebelum senja agar bisa menemukan mural dan kuburan Belanda yang legendaris itu. Karena free shuttle bus tidak melewati Fort Cornwallis kami terpaksa harus berjalan ke terminal yang di dekat pelabuhan, jaraknya cukup jauh juga.

Plesiran di Fort Cornwallis

Plesiran di Fort Cornwallis

Selama berjalan kaki, kami menyempatkan diri untuk singgah ke bangunan bangunan kuno yang ada di sepanjang jalan. Saya pribadi terpesona oleh tata kota, bangunan, dan banyak hal di Penang. Rasanya Penang sudah mencuri hati saya. Ada keinginan untuk kembali lagi ke Penang suatu saat, dan menjelajah lebih banyak lagi.

Pukul 16.00 kami tiba di Komtar, berbekalkan peta gratis dari penginapan, kami berjalan mencari satu jalan bernama Penang Street. Hampir satu jam lamanya kami berjalan tak juga ketemu Penang street, beberapa orang yang kami temui bahkan tidak tahu di mana letak Jalan Penang. Entah karena kami bertanya dengan orang yang salah atau kami yang memang tidak bisa menerjemahkan arah. Akhirnya setelah lebih 5 kali bolak balik, kami bertanya lagi pada seorang ibu dan anaknya. Dan jawaban yang diberikan cukup mencengangkan, ‘Ini Penang Street. You’re already in Penang Street’.  What???

1448151636381

Ternyata kami sudah menyusur jalan sepanjang kurang lebih 2 km tersebut selama 5 kali dan sama sekali tidak tahu kalau sudah berada di jalan yang benar. Rasanya itu pengen banget nangis sambil kayang.

Pas ngecek di walk tracker, ternyata total jarak kami berjalan kaki adalah 20 KM saja. *grin*

Sleeping Buddha Temple (Wat Chayamangkalaram)

Hari kedua, sembari menuju bandara, kami diantar seorang teman mengunjungi Kuil Sleeping Buddha yang ada di Penang. Namun sebelumnya kami diajak singgah dan di jamu di rumah teman yang terletak di Gold Coast Condominium di daerah Queens Bay. Apartemennya keren sekali dengan view menghadap laut. Teman kami ini sudah tinggal di Penang lebih dari 16 tahun.

Kuil Burma

Kuil Burma

Kuil Sleeping Buddha ini terletak di Lorong Burma, Pulau Tikus, Penang. Di seberang Sleeping Budha ini ada Kuil Burma yang bernama Dharmikarama. Tapi sayang pas kami kesana, sedang ada renovasi di area Kuil, sehingga tidak semua tempat bisa dikunjungi. Kuil Sleeping Buddha ini hampir mirip seperti yang pernah saya kunjungi di Bangkok, Cuma di Bangkok lebih besar dan megah.

Sleeping Buddha Temple

Sleeping Buddha Temple

Setelah puas melihat-lihat, kami pun bergegas ke Bandara PIA mengejar penerbangan ke kota selanjutnya. Selamat tinggal Penang.


Oiya, beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menjelajah Penang adalah:

  1. Pilihlah penerbangan sore hari, karena jarak bandara PIA ke pusat kota cukup jauh sehingga butuh cukup waktu agar tidak ketinggalan pesawat
  2. Ada banyak penginapan di George Town, sebelumnya silahkan hunting melalui aplikasi layanan penginapan yang ada sesuai budget. Kalau saya kemarin menggunakan Hotel Quickly
  3. Bawa selalu peta dan agenda acara di Penang. Karena Penang merupakan destinasi wisata ada banyak acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Penang
  4. Manfaatkan CAT Free Shuttle Bus, bisa dapatkan rute nya di sini .
  5. Jika ingin menjelajah Penang dengan menggunakan transpotasi umum, usahakan memilih penginapan dekat Komtar karena ada stasiun bus besar dengan berbagai jurusan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s