Traveling Bagan: Mengunjungi Tanah Seribu Pagoda

Balon Udara Bagan
Balon Udara Bagan

Memanfaatkan promo tiket dari maskapai sejuta umat Air Asia, Bagan РMyanmar menjadi destinasi liburan liburan selanjutnya, setelah awal tahun 2019 lalu mengunjungi Melaka.  Saya sendiri selalu tertarik untuk melihat lebih dekat, tempat-tempat yang unik dan memilki sejarah menarik, dan Bagan memilki dua hal tersebut. Liburan kali ini saya pergi dengan dua orang teman yang sama-sama tertarik untuk mengunjungi bagan

Kami memilih rute keberangkatan melalui Kuala Lumpur daripada Jakarta. Alasannya jelas karena lebih murah. Sebagai pelancong dengan budget terbatas, tiket pesawat murah bukan lagi menjadi pilihan tetapi sebuah keharusan.

Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Yangon,ibukota Myanmar sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, kurang lebih 2,5 jam penerbangan. Yang menjadi tantangan justru perjalanan dari Yangon ke Bagan yang berada di propinsi Mandalay via darat dengan menggunakan bus selama kurang lebih 10-12 jam perjalanan.

Tanah Seribu Pagoda

Beruntung sebelum berangkat, kami memesan bus dengan jam keberangkatan paling malam yaitu sekitar pukul 21.30 dari terminal Aung Mingalar karena ternyata pesawat dari Kuala Lumpur ke Yangon tertunda sekitar 1 jam. Seharusnya kami sampai pukul 19.00, namun karena delay, pukul 20.30 kami baru landing di Yangon.

Tiba di YIA (Yangon International Airport), kami memilih untuk menggunakan taksi menuju terminal bus dengan biaya sekitar 10,000 MMK (mata uang Myanmar). Jika dikurskan kedalam rupiah, sekitar 100.000 ribu rupiah. Biaya yang tidak berbeda jauh jika menggunakan Grab. Beruntung sopir taksi mengenal jalan pintas, kamipun sampai di terminal Aung Mingalar 5 menit sebelum bus bertolak menuju Bagan. Dan perjalanan selama 10 jam pun dimulai.

Continue reading “Traveling Bagan: Mengunjungi Tanah Seribu Pagoda”

Advertisements

Jalan Jalan Melaka: Kado Ultah Buat Mama

Ada dua tempat yang paling diinginkan untuk dikunjungi oleh ibu saya, yaitu Gereja Merah di Melaka dan Yerusalem.

Kebetulan tanggal 22 Januari adalah ulang tahun beliau, saya dan kakak saya berpikir untuk memberikan kado jalan-jalan ke Melaka. Lagipula sudah lama juga kami tidak berpergian ke luar negeri bersama, terakhir sekitar dua tahun lalu. Karena kesibukannya, kakak saya tidak bisa ikut, jadilah saya berdua mama akan plesiran selama kurang lebih 4 hari.

Melaka, The World Heritage City

Biasanya kalau plesiran, saya selalu berdua kakak atau berempat bersama geng hore. Jadi bole dibilang agak sedikit insecure jalan-jalan cuma berdua dengan mama. Itu berarti saya harus menjadi tour leader, penentu itinerary, pembaca peta dan pengambil keputusan. Hal-hal yang biasanya tidak pernah saya lakukan ketika plesiran bareng geng hore.

Oiya, perjalanan kemarin tanpa menggunakan jasa biro perjalanan, artinya saya harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Maklum saya ga suka jalan-jalan yang waktunya dibatasi untuk ngapain aja. Hehehe.

Setelah membaca beberapa referensi dan bertanya pada geng hore, saya pun mantap untuk mengantar mama memenuhi keinginannya.

Dan ternyata ke Melaka itu tidak sesusah yang saya bayangkan sodara-sodara.

How to Get There?

Continue reading “Jalan Jalan Melaka: Kado Ultah Buat Mama”