Tentang mencintai diri saya sendiri

You alone are enough. You have nothing to prove to anyone Maya Angelou

Kita sering kali mendengar ungkapan tentang mencintai diri sendiri. Bahkan ada banyak sekali quotes bertemakan selflove  yang sering kita kutip untuk jadi IG stories atau status media sosial. Sebuah konsep yang terlihat begitu indah dan ideal bukan?

Tapi seberapa besar sih sebenarnya kita paham tentang  mencintai diri sendiri? Apa yang sudah kita lakukan untuk mencintai  diri sendiri?

Perkara mencintai diri sendiri buat saya bukan perkara main-main. Ini sama seriusnya dengan hubungan percintaan dua negara yang sedang saya jalani. Sama-sama butuh proses dan komitmen.

I DO LOVE MY SELF

Kalau ada yang berpikiran bahwa mencintai diri sendiri selalu terkait dengan fisik, ah anda tidak sendiri. Saya pun awalnya menganggap bahwa mencintai diri sendiri adalah menerima kondisi fisik yang pas-pasan ini. Namun setelah sekian lama akhirnya saya tahu bahwa, fisik adalah bagian kecil dari mencintai diri sendiri seutuhnya.

Lahir dan tumbuh sebagai anak perempuan kedua yang memiliki seorang kakak perempuan, yang memiliki kecantikan paripurna, body yang ideal, dan super smart membuat saya berada dalam kondisi minder dalam kurun waktu yang lama. Belum lagi ditambah dengan omongan orang yang kerap kali membandingkan kami berdua.

‘Wah kakaknya ya? Kok beda banget?’, ‘Cantikan kakaknya’, ‘Mbok kamu itu kayak kakak mu, cantik, kalem, dan pintar’, adalah tiga dari sekian banyaknya kalimat yang selalu saya dengar setiap hari sepanjang usia. Tanpa sadar kalimat – kalimat tersebut membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang sinis dan pelan-pelan membenci diri sendiri.

Continue reading
Advertisements